Pekanbaru, Kamis 8 Januari 2025 — Fungsional Paramedik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Bapak drh. Adriyan Permana Putra dan Fadly Wahid, A.Md.Vet, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Konsultasi Program Kesehatan Hewan di Unit Pelaksana Teknis Inseminasi Buatan Terpadu (UPT IBT).
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penerapan biosekuriti pada IBT sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan dan upaya pencegahan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak, khususnya sapi. Evaluasi dilakukan dengan meninjau langsung penerapan prosedur biosekuriti, manajemen lalu lintas ternak, sanitasi lingkungan, serta kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi risiko penyakit.
Selain itu, tim juga melaksanakan investigasi kasus hematospermia pada Sapi Bali Non SNI yang terdapat di UPT IBT. Investigasi dilakukan melalui pengamatan klinis, penelusuran riwayat pemeliharaan, serta konsultasi teknis guna mengetahui faktor penyebab dan langkah penanganan yang tepat agar tidak berdampak pada kualitas reproduksi ternak.
Melalui kegiatan monitoring dan konsultasi ini, diharapkan penerapan program kesehatan hewan dan biosekuriti di UPT IBT dapat semakin optimal, serta mampu mendukung upaya pengendalian penyakit strategis nasional dan peningkatan mutu pelayanan inseminasi buatan di Provinsi Riau.




