Kepala DPKH Provinsi Riau Jadi Narasumber Podcast Tribun Pekanbaru Bahas Hewan Kurban dan Program Banmas Presiden
Pekanbaru, 20 Mei 2026 – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Ibu Dra. Hj. Mimi Yuliani N., Apt., M.M., menjadi narasumber dalam podcast yang diselenggarakan oleh Tribun Pekanbaru pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini berlangsung di studio Tribun Pekanbaru dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan direksi Tribun.
Dalam podcast tersebut, Ibu Dra. Hj. Mimi Yuliani N., Apt., M.M. membahas berbagai topik penting menjelang Hari Raya Iduladha, mulai dari kesehatan hewan kurban, cara memilih sapi kurban yang sehat dan layak, tata cara pengangkutan hewan kurban yang sesuai ketentuan, hingga Program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Tahun 2026.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Dra. Hj. Mimi Yuliani N., Apt., M.M. menjelaskan bahwa masyarakat perlu memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, aktif, memiliki nafsu makan yang baik, serta bebas dari gejala penyakit. Selain itu, proses pengangkutan hewan juga harus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan agar ternak tetap sehat hingga sampai ke lokasi tujuan.
Terkait Program Banmas Presiden Tahun 2026, Ibu Dra. Hj. Mimi Yuliani N., Apt., M.M. menyampaikan bahwa DPKH Provinsi Riau telah melakukan peninjauan langsung terhadap sapi yang diusulkan sebagai bantuan Presiden di Kabupaten Indragiri Hulu. Salah satu sapi yang ditetapkan sebagai perwakilan Provinsi Riau adalah sapi jenis Simental bernama Bule dengan bobot mencapai 1.013 kilogram. Sebelum ditetapkan, sapi tersebut menjalani pemeriksaan fisik serta pengambilan sampel darah dan feses untuk memastikan kondisi sehat dan bebas penyakit.
Dalam kegiatan podcast ini, Ibu Dra. Hj. Mimi Yuliani N., Apt., M.M. didampingi oleh Plt. Kepala Bidang Produksi Peternakan Bapak H. Elyan Buzra, S.P., M.Si.
Melalui podcast ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai pemilihan dan penanganan hewan kurban, sekaligus mengetahui komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memastikan ternak yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi aspek kesehatan, kualitas, dan kelayakan.




