Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan, Kementan Kembangkan Sistem Informasi Laboratorium Terintegrasi



Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan, Kementan Kembangkan Sistem Informasi Laboratorium Terintegrasi

Jakarta− Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengembangkan Sistem Informasi Laboratorium terintegrasi atau dikenal sebagai Aplikasi IV-Lab (Integrated Veterinary Laboratory Information System) dalam mendukung pengendalian penyakit hewan dan zoonosis. Hal ini penting dilakukan seiring dengan perkembangan kebutuhan sistem informasi yang on-line (daring) yang mempercepat alur informasi dari lapangan ke laboratorium hingga penentu kebijakan di Pusat. Kecepatan informasi tersebut akan mempermudah dalam proses pengambilan kebijakan terkait pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Hewan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa di Jakarta, 20 Oktober 2019.

Menurutnya sistem Aplikasi IV-Lab merupakan sistem informasi pengelolaan data pengujian di bidang kesehatan hewan, peternakan dan kesehatan masyarakat veteriner yang telah diaplikasikan oleh laboratorium unit pelaksana teknis Ditjen PKH yakni semua Balai Veteriner (BVet) dan Balai Besar Veteriner (BBVet) di Indonesia. Penggunaan sistem aplikasi IV-Lab ini mempermudah pengelolaan data sampel dan pengujian laboratorium.

“Sistem aplikasi IV-Lab mempermudah pengelolaan data sampel dan pengujian laboratorium dengan status proses pengujian mampu telusur lebih cepat dan pelaporan ke pusat lebih mudah karena terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan hewan nasional (iSikhnas)” jelas Fadjar.

Fadjar juga menambahkan bahwa pada saat ini, pengembangan sistem informasi yang dilakukan mampu menampung dan mengolah hasil pengujian seluruh Balai Veteriner di Indonesia yang bisa mencapai 100 ribu sampel setiap tahunnya. Hal ini penting mengingat Indonesia sebagai salah satu hotspot di Asia harus selalu siaga dalam menghadapi wabah, dan kecepatan informasi terkait ancaman penyebaran penularan penyakit tersebut menjadi mutlak diperlukan.

Lanjut Fadjar menjelaskan bahwa kejadian penularan penyakit sebenarnya bisa dicegah dan mampu dikendalikan melalui tindakan yang cepat dan tepat. Salah satunya, melalui sistem pemantauan/surveilans yang mampu mendeteksi penyakit hewan secara cepat dan tepat melalui sistem laboratorium yang mampu menyediakan hasil diagnosa yang cepat dan berkualitas.

Sementara itu, pakar IT Balai Veteriner (BVet) Banjarbaru, Priyono mengungkapkan bahwa Sistem informasi IV Lab memiliki fitur yang memudahkan pengguna/user. Sistem aplikasi ini mumpuni sebagai perangkat yang dapat digunakan untuk perbaikan manajemen laboratorium di pada khususnya serta manajemen pengendalian penyakit pada umumnya.

“Penerbitan hasil uji diberitahukan secara langsung kepada pelanggan secara real time melalui email, SMS atau Whatsapp, sehingga pelanggan dapat mengakses laporan hasil uji miliknya secara online. Fitur real time dashboard dilengkapi dengan notifikasi hasil uji, status uji serta alert untuk kejadian penyakit tertentu" Terangnya. 

Priyono berharap ke depan, IVL diharapkan akan direplikasi oleh laboratorium veteriner Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia, serta dapat diintegrasikan dengan program E-Certified, E-Kinerja dan Simphoni /E-Billing. “Aplikasi ini juga menjadi salah satu nominasi terbaik kategori pelayanan internal pada lomba Teknologi informasi dan Komunikasi 2019 yang digelar oleh Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementan” pungkasnya.

 

Narahubung:
Drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Ph.D., Direktur Kesehatan Hewan-Ditjen PKH, Kementerian Pertanian

Sumber:

http://ditjennak.pertanian.go.id/perkuat-pengendalian-penyakit-hewan-kementan-kembangkan-sistem-informasi-laboratorium-terintegrasi

TOP